Skip to main content

Tradisi Khas Jakarta, Apa Saja Sih?

Sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta menjadi sentra bisnis dan perekonomian yang terbesar di Indonesia. Tak heran jika semua orang ingin merasakan bagaimana hidup dan mengadu nasib di Kota Metropolitan yang tidak pernah tidur ini.

Gambar: kompas.id

Namun, kedatangan transmigran dari berbagai daerah lain tidak membuat Jakarta kehilangan ciri khas dan budayanya, lho! Meski hampir tergerus zaman, Anda masih bisa menyaksikan tradisi dari masyarakat Jakarta ini.

1. Palang Pintu

Tradisi pertama datang dari pernikahan khas Betawi, yaitu Palang Pintu. Budaya ini menandakan hadirnya sang mempelai pria ke tempat pernikahan, pastinya bertujuan untuk menjumpai sang pujaan hati, mempelai wanita.

Uniknya, sebelum menuju sang belahan jiwa, wakil dari mempelai pria harus mengalahkan penjaga pintu dari pihak mempelai wanita dengan tarian silat dan adu pantun. Setelah menang, barulah mempelai pria bisa bersanding dengan mempelai wanita dan melangsungkan prosesi sakral ijab kabul.

2. Roti Buaya

Masih seputar pernikahan khas masyarakat Betawi, pemberian roti buaya masih menjadi tradisi yang dipertahankan hingga kini. Roti buaya ini tidak main-main, bentuknya memang seperti buaya dengan panjang mulai dari 500 sentimeter hingga satu meter. Tidak sembarangan, roti buaya yang diberikan sebagai salah satu seserahan wajib pernikahan adat Betawi ini melambangkan kesetiaan. Meski sering dicap negatif, ternyata buaya adalah hewan yang setia, karena hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya.

3. Ondel-Ondel

Sekilas, boneka berukuran super besar ini terlihat begitu menyeramkan, terutama bagi anak-anak. Barongan, begitu sebenarnya boneka yang kini bernama ondel-ondel ini disebut. Selalu dibuat berpasangan, laki-laki dan perempuan, dan berjalan beriringan dengan alunan musik khas Betawi yang tentu saja terdengar sangat ramai di telinga. Kini, ondel-ondel mulai jarang ditemui di ibu kota, hanya di beberapa wilayah saja boneka besar ini masih berkeliling menghibur warga,

4. Tanjidor

Kesenian khas Jakarta lainnya adalah alat musik tanjidor. Alat musik ini diperkenalkan oleh Bangsa Portugis, bernama tangedor yang artinya alat musik dengan dawai. Dahulu, alat musik ini dimainkan oleh para budak dengan tujuan untuk menghibur tuan-tuan mereka. Tak heran jika gaya Eropa terasa sangat kental ketika alat musik ini dimainkan. Hingga kini, tanjidor masih sering dimainkan, khususnya pada perayaan adat Betawi.

5. Tari Lenggang Nyai

Tidak hanya alat musik, Jakarta juga masih memiliki tarian khas, yaitu Tari Lenggang Nyai. Sebenarnya, tarian ini muncul karena kisah seorang perempuan Betawi bernama Nyai Dasima yang menambatkan hati dan hidupnya kepada seorang pria berkebangsaan Belanda, Edward William.

Sayangnya, cinta dan kehidupan keluarganya tidak berlangsung harmonis, karena Nyai Dasima merasa sang suami merampas kebebasannya sebagai perempuan. Melalui tarian ini, Nyai Dasima menunjukkan perlawanan dan perjuangan untuk meraih kembali kebebasannya.

6. Silat

Tak ketinggalan, silat khas Betawi yang disebut juga maen pukulan oleh masyarakat aslinya. Ada banyak sekali aliran silat yang diajarkan oleh guru-guru silat, seperti Seliwa Jurus Tujuh yang diajarkan oleh almarhum Haji Sama’ bin Saleh. Ada pula aliran Silat Beksi yang ditemukan oleh Lie Tjeng Hok. Gerakan-gerakan silat dipertontonkan oleh masyarakat Betawi menggunakan pakaian adat Betawi, lengkap dengan kalungan sarung dan peci.

Nah, itu tadi beberapa tradisi dan budaya khas Jakarta yang masih ada hingga kini, meski zaman telah semakin maju dan modern dengan hadirnya teknologi. Jika Anda ingin menyaksikan sisa budaya Betawi di Jakarta, segera cari hotel di Jakarta Timur untuk tempat menginap. Semua penginapan murah di Jakarta bisa Anda temukan dengan mudah, tentu saja melalui aplikasi Airy.

Comments

Popular posts from this blog

Islamic Boarding School di Pondok Pesantren Nurul Firdaus

Saat ini tersedia Islamic Boarding School di Pondok Pesantren Nurul Firdaus, salah satu sekolah terbaik bagi anak-anak maupun remaja yang tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, namun juga pendidikan spiritual. Tempat ini diharapkan dapat menjadi jawaban bagi para orang tua yang bingung memilih tempat pendidikan atau sekolah terbaik bagi anak-anak mereka, terutama orang tua yang punya kesibukan padat, namun ingin memastikan pendidikan anak-anak mereka tidak terbengkalai.


Dengan pendidikan bersistem asrama alias boarding school ini, maka pendidikan anak bisa didukung secara maksimal. Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Firdaus ini sendiri berlokasi di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat.

Mengapa memilih Islamic Boarding School di Pondon Pesantren Nurul Firdaus? Jika Anda mencari sekolah asrama/ boarding school terbaik di Jawa Barat, maka bisa berkenalan dengan Ponpes Nurul Firdaus. Di sini kami menawarkan sekolah dengan tingkat pendidikan mulai …

Ini Daftar Ponsel Lipat yang Diprediksi Bakal Diluncurkan Tahun 2019

Sejumlah vendor seperti Samsung, Royole dan beberapa merk terkenal lainnya diprediksi bakal meluncurkan ponsel dengan fitur lipat pada tahun 2019 ini. Bahkan, Samsung dan Royole sebelumnya sudah memamerkan prototipe ponsel lipat yang akan diluncurkannya.


Selain Samsung dan Royole, beberapa vendor lainnya pun sudah mengumumkan rencana tersebut, meski belum memamerkan produk yang akan dirilisnya. Seperti dikutip harapanrakyat.com, berikut ini deretan ponsel dengan fitur lipat yang diprediksi bakal hadir di tahun 2019;

Samsung Sebagai vendor yang pernah sukses mengeluarkan produk ponsel lipat, Samsung rupanya perusahaan pertama yang mengumumkan rencananya untuk melahirkan ponsel dengan fitur lipat. Perusahan raksasa asal Korea ini sudah resmi mengumumkan ponsel pada Samsung Developer Conference (SDC) di tahun 2018 lalu.

Walaupun itu baru prototipe serta nama resmi ponselnya belum disebutkan, namun Samsung dibilang paling serius. Nama ponsel lipat ini dikabarkan antara seri Galaxy F, Gal…

Staycation di Purwokerto? Bikin Rencananya Dulu

Sebulan pasca melahirkan dengan rutinitas mengurus tiga anak memang terkadang cukup bikin pusing. Memang sih anak-anak terbilang cukup kondusif, kedua kakaknya tidak ada yang cemburu terhadap adiknya. Justru sayang banget dengan adiknya ini. Saya sangat bersyukur juga karena kakak kedua pun sudah disapih meski dengan drama melow selama beberapa hari.

Beberapa hari ini ibu saya menemani di rumah, karena memang dari saya melahirkan beliau belum menjenguk karena banyak urusan, dan mungkin karena ini udah anak kesekian. Jadi rasa khawatir udah berkurang kali ya, hahaha. Tidak seperti awal saat saya punya anak, beliau buru-buru ingin ke Surabaya menjenguk saya.

Saya senang sekali setiap kali ibu menjenguk, biasanya saya minta bawakan oleh-oleh khas Purwokerto. Tapi kali ini ibu saya tidak bawa banyak jajan khas Purwokerto, hanya membawa jenang. Sisanya membawa tahu, tahu bakso dan juga siomay buatan sendiri. Meski begitu saya tetap suka karena memang kangen dengan masakan ibu.


Ngomongin te…