Skip to main content

Mengenal Potensi Wisata di Desa Tanon (Desa Menari)

Kampung Berseri Astra atau KBA merupakan program yang dicanangkan oleh PT Astra International (Tbk). Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. KBA mulai dijalankan sejak 2013 lalu dan masih berjalan sampai sekarang. Ini menjadi bukti bahwa PT Astra International (Tbk) memiliki komitmen yang kuat untuk turut memajukan dan mengembangkan potensi masyarakat Indonesia.


Ada beberapa macam KBA yang dibentuk, yakni Kampung Wisata, Kampung Hijau, Kampung Produktif, Kampung Cyber, dan Kampung Budaya. Salah satu desa wisata tersebut adalah desa wisata Tanon atau “Desa Menari” di Semarang. Program KBA di desa ini sudah dimulai sejak November 2016. Pemilihan desa wisata ini mengacu pada 4 pilar corporate social responsibility (CSR) Astra yang meliputi Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Desa wisata Tanon ini mulanya dikembangkan oleh Trisno, penerima penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2015 kategori Lingkungan. Desa ini berada di kaki lereng Gunung Telomoyo dan berjarak sekitar 59 km dari Semarang.

Pembinaan Desa Wisata Tanon (Desa Menari)

Kembali merujuk pada 4 pilar CSR, di pilar Lingkungan warga akan dibina untuk membuat outbond modern dan kawasan edukasi wisata ramah lingkungan. Awal mula dibina menjadi Kampung Berseri Astra, Desa Menari ini mendapatkan pelatihan dan pendampingan Bahasa Inggris, peralatan dan perlengkapan belajar hingga buku bacaan yang disimpan di perpustakaan desa. Ini mengacu pada pilar Pendidikan.

Sementara itu, untuk pilar Kewirausahaan peternak sapi perah akan diberikan pelatihan perihal bagaimana cara meningkatkan penghasilan dari berternak. Untuk pilar Kesehatan, masyarakat diberikan edukasi tentang senam jantung, sosialisasi serta pelatihan kader Posyandu dan para ibu di berikan edukasi tentang pengolahan sayur-sayuran.

Potensi Wisata di Desa Tanon (Desa Menari)

Terletak di ketinggian menjadikan salah satu desa dari Kampung Berseri Astra ini mempunyai udara yang sejuk dan bersih karena tidak ada polutan. Selain itu, Desa Tanon juga berada tak jauh dari pusat penghasil sayur mayur serta menawarkan potensi alam yang memukau.


Seiring berjalannya waktu, Desa Tanon kemudian berganti nama menjadi desa Menari. Hal ini karena adanya kesamaan nama kecamatan Tanon di mana daerah tersebut jauh lebih populer. Hingga akhirnya pada akhir tahun 2012, Trisno selaku inisiator Desa Wisata Tanon beserta Bang Yos yang merupakan seorang aktivis pariwisata bersama-sama mencari nama yang tepat untuk Desa Tanon ini.

Kemudian muncullah ide untuk menggantinya dengan nama Desa Menari. Nama ini diambil karena merujuk pada masyarakat desa yang masih melestarikan kesenian tari rakyat. Trisno menerangkan bahwa kata “Menari” ini adalah bentuk akronim dari Menebar Harmini Merajut Inspirasi Menuai Memori. Hal ini juga direpresentasikan pada paket-paket wisata yang ditawarkan di Desa Menari.

Paket Wisata Desa Tanon (Desa Menari)

Terdapat 6 paket Wisata yang disediakan di desa Menari, yakni Paket Wisata Pembelajaran, Paket Pembelajaran Plus Dolanan Ndeso, Paket Dolanan Ndeso Plus, Paket Homestay 1 Malam Fun Plus Edukasi Plus Edukasi, Paket Homestay 1 Malam Fun Edukasi, dan Paket Homestay 2 Malam Plus Edutainment.

Menariknya, desa ini menawarkan wisata yang unik, di mana aktivitas warga lah yang dijadikan sebagai objeknya. Ya, misalnya pengunjung akan dikenalkan dengan kegiatan berternak sapi, mulai dari merumput sampai memerah susu sapi.

Sementara itu, untuk tarian yang berada di Tanon di antaranya adalah Tari Geculan Bocah, Tari Topeng Ayu, Warok Kreasi, Tari Eko Prawiro, dan Kuda Lumping. Sejak dikenal sebagai desa wisata, perekonomian masyarakat mengalami peningkatan pesat. Hal ini sejalan dengan tujuan dari PT Astra International (Tbk) yang ingin andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Kampung Berseri Astra.

Comments

Popular posts from this blog

Islamic Boarding School di Pondok Pesantren Nurul Firdaus

Saat ini tersedia Islamic Boarding School di Pondok Pesantren Nurul Firdaus, salah satu sekolah terbaik bagi anak-anak maupun remaja yang tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, namun juga pendidikan spiritual. Tempat ini diharapkan dapat menjadi jawaban bagi para orang tua yang bingung memilih tempat pendidikan atau sekolah terbaik bagi anak-anak mereka, terutama orang tua yang punya kesibukan padat, namun ingin memastikan pendidikan anak-anak mereka tidak terbengkalai.


Dengan pendidikan bersistem asrama alias boarding school ini, maka pendidikan anak bisa didukung secara maksimal. Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Firdaus ini sendiri berlokasi di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat.

Mengapa memilih Islamic Boarding School di Pondon Pesantren Nurul Firdaus? Jika Anda mencari sekolah asrama/ boarding school terbaik di Jawa Barat, maka bisa berkenalan dengan Ponpes Nurul Firdaus. Di sini kami menawarkan sekolah dengan tingkat pendidikan mulai …

Ini Daftar Ponsel Lipat yang Diprediksi Bakal Diluncurkan Tahun 2019

Sejumlah vendor seperti Samsung, Royole dan beberapa merk terkenal lainnya diprediksi bakal meluncurkan ponsel dengan fitur lipat pada tahun 2019 ini. Bahkan, Samsung dan Royole sebelumnya sudah memamerkan prototipe ponsel lipat yang akan diluncurkannya.


Selain Samsung dan Royole, beberapa vendor lainnya pun sudah mengumumkan rencana tersebut, meski belum memamerkan produk yang akan dirilisnya. Seperti dikutip harapanrakyat.com, berikut ini deretan ponsel dengan fitur lipat yang diprediksi bakal hadir di tahun 2019;

Samsung Sebagai vendor yang pernah sukses mengeluarkan produk ponsel lipat, Samsung rupanya perusahaan pertama yang mengumumkan rencananya untuk melahirkan ponsel dengan fitur lipat. Perusahan raksasa asal Korea ini sudah resmi mengumumkan ponsel pada Samsung Developer Conference (SDC) di tahun 2018 lalu.

Walaupun itu baru prototipe serta nama resmi ponselnya belum disebutkan, namun Samsung dibilang paling serius. Nama ponsel lipat ini dikabarkan antara seri Galaxy F, Gal…

Staycation di Purwokerto? Bikin Rencananya Dulu

Sebulan pasca melahirkan dengan rutinitas mengurus tiga anak memang terkadang cukup bikin pusing. Memang sih anak-anak terbilang cukup kondusif, kedua kakaknya tidak ada yang cemburu terhadap adiknya. Justru sayang banget dengan adiknya ini. Saya sangat bersyukur juga karena kakak kedua pun sudah disapih meski dengan drama melow selama beberapa hari.

Beberapa hari ini ibu saya menemani di rumah, karena memang dari saya melahirkan beliau belum menjenguk karena banyak urusan, dan mungkin karena ini udah anak kesekian. Jadi rasa khawatir udah berkurang kali ya, hahaha. Tidak seperti awal saat saya punya anak, beliau buru-buru ingin ke Surabaya menjenguk saya.

Saya senang sekali setiap kali ibu menjenguk, biasanya saya minta bawakan oleh-oleh khas Purwokerto. Tapi kali ini ibu saya tidak bawa banyak jajan khas Purwokerto, hanya membawa jenang. Sisanya membawa tahu, tahu bakso dan juga siomay buatan sendiri. Meski begitu saya tetap suka karena memang kangen dengan masakan ibu.


Ngomongin te…