Langsung ke konten utama

Surabaya Mall a.k.a THR a.k.a Hi-Tech

Menjadi pendatang di Surabaya memang membuat saya terkadang ingin ke sana ke mari melihat sudut kota Surabaya. Kota terbesar kedua di Indonesia ini memang memiliki cuaca yang kurang ramah untuk berjalan-jalan di siang hari. Makannya saya agak males jalan-jalan di Surabaya saat awal nikah. Saya lebih suka diam di rumah yang nyaman ketimbang harus keliling Surabaya. Tapi sejak memiliki anak, kejenuhan mengurus anak terkadang membuat saya ingin keluar rumah. Belum lagi terkadang rumah menjadi tempat yang kurang kondusif untuk bersenang-senang. Saya yakin semua orang pasti butuh refreshing. Dan justru ibu rumah tangga paling butuh refreshing karena kerjaannya yang tidak ada habisnya.

Beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya yang saya pernah kunjungi adalah JMP dan ITC. Karena dua tempat ini paling dekat dari rumah. Sayang kurang suka juga dengan pusat perbelanjaan yang terlalu luas. Kadang saya sering bingung jalan pulang, haha. Dan beberapa bulan lagi saya baru saja mencicipi bagaimana rasanya Hi-Tech Mall. Meski nama pusat perbelanjaan ini keren banget tapi ternyata interior dalamnnya sangat biasa. Hal ini dikarenakan Hi-Tech Mall yang dulunya bernama Surabaya Mall ini adalah bangunan lama. Terlihat dari lantai dan ekskalatornya yang terlihat kurang modern.

Mall yang Dulu Pernah Berjaya

Hi-Tech ini dulunya adalah tempat belanja paling ngehitz saat suami saya masih kecil. Tapi sekarang karena sudah banyak sekali Mall bertebaran di Surabaya, Hi-Tech jadi kurang peminat. Sekarang Hi-Tech berubah menjadi pusat gadget. Gadget apa aja di sini jual. Mulai dari ponsel, laptop hingga pritilan kecil dari PC atau laptop. Tidak heran kalau namanya jadi Hi-Tech. Meski tadinya saya mikir dalamnnya bakalan wah banget. Baru masuk parkiran saja saya sudah merasa seperti masuk tempat berhantu. Saya sempat bergumam dengan suami kalau parkirannya spooky. Lagi pula kalau dilihat dari luar, bangunannya memang mirip dengan desain lawas.

Di dalam Hi-Tech ini pun tidak terlalu ramai meskipun hari Minggu. Padahal hari Minggu biasanya Mall bakalan penuh sesak oleh pengunjung. Satu hal yang saya suka dari Hi-Tech banyak pilihan baju-baju untuk laki-laki. Dan saya tidak perlu ribet muter-muter nyari baju untuk suami. Karena di Hi-Tech sudah ada tempat yang cocok untuk berbelanja baju.

Food Court yang Kurang Memuaskan

Salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari Mall adalah food courtnya. Ini yang juga sering saya cari kalau pergi-pergi. Pernah kami nyobain Pentol Cup Cak War. Tapi sayangnya kurang memuaskan sekali. Apalagi dengan saos abal-abal yang geje. Padahal dengan harga yang sama yaitu Rp 10.000 seharusnya kami mendapatkan saos kemasan seperti yang digunakan Pentol Gila.



Tapi setidaknya makanan di food court Hi-Tech masih tergolong murah. Saya masih mendapatkan makanan dengan harga RP 2.500, yaitu serabi solo. Meski rasanya mirip apem dari pada serabi, haha. Tapi lumayan enak kalau dimakan anget-anget. Tapi meski begitu, saya kurang recommended food court di sini.

Faslitas Kurang Memuaskan

Sebagai Mall lawas saya tidak heran ketika Hi-Tech perlahan ditinggalkan oleh para pengunjungnya karena fasilitas di Mall ini kurang. Tak hanya itu interior desain ruangan Mall ini tidak diubah banyak kalau kata cerita suami. Jadi memang terkesan kurang nyaman bagi pengunjung. Belum lagi ekskalator yang ukurannya sempit. Ada beberapa ekskalator yang hanya dapat dinaikin satu orang saja per anak tangganya. Padahal lazimnnya ekslator dapat dinaikin dua orang per anak tangganya. Tak hanya itu Hi-Tech ini tidak sesejuk Mall lain.

Tapi setidaknya Hi-Tech Mall masih tetap hidup dengan para pengunjung yang mencari gadget. Memang mudah sekali mencari gadget di sini karena memang tempatnya gadget. Dan enaknya bisa bandingin harga dari satu toko ke toko lain tanpa takut disemprot pemilik toko. Cuma siap-siap aja air minum karena penjual minuman di sini letaknya berjauhan. Jadi kalau udah capek banget nyari gadget bisa sangat ngos-ngosan nyari orang jualan minum.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mendapatkan Foto Shutterstock Gratis

Rasanya baca entri tanpa ada foto seperti sayur asam gak ada daun melinjonya, kurang hijau gitu deh. Seenggaknya kalau bikin entri ada satu foto yang sekiranya nyambung dengan entrinya. Beda loh entri yang ada fotonya dan yang gak ada. Lebih enak dibaca yang ada fotonya. Meski kadang saya juga sering masukin foto yang kurang nyambung, haha. Pokoknya sih harus ada foto.



Foto-foto di blog untuk entri kita ini bisa dari banyak sumber. Bisa dari jepretan sendiri atau mungkin ngambil di situs stok foto. Salah satu layanan stok foto yang populer adalah Shutterstock. Layanan stok foto ini memang memiliki banyak sekali foto dengan kualitas bagus. Sayangnya Shutterstock ini merupakan layanan stok foto berbayar. Gak heran sih kan fotonya bagus-bagus. Nah bagi kamu yang ingin memakai foto dari Shutterstock secara gratis ada beberapa triknya nih. Tapi diusahakan untuk gak digunakan untuk komesil yah. Dan jangan lupa untuk mencantumkan sumbernya. Berikut adalah cara mendapatkan foto Shutterstock g…

Mengapa Cewek SMP Selalu Ingin Punya Pacar

Bukan hal rahasia lagi di Indonesia bahwa seumuran anak SMP biasanya memang sudah melakukan praktik pacaran. Mungkin hal ini dianggap wajar karena memang banyak yang melakukannya. Bahkan ada orang tua yang merasa aneh ketika anaknya yang sudah beranjak puber tidak punya pacar. Takutnya dianggap tidak laku.


Saya masih ingat, saat zaman saya masih SMP, sekitar tahun 2003, sangat jarang sekali teman saya yang berpacaran. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Setidaknya hanya ada 2 pasang pacaran (4 orang) yang ada di kelas saya. Bayangkan, cuma 2 pasang saja dari sekitar 40 anak dalam satu kelas. Bagaimana dengan saat ini? Mungkin hanya 30% saja yang tidak pacaran di dalam satu kelas.

Mengapa bisa seperti itu? Ternyata ada beberapa hal yang membuat fenomena itu terjadi. Khususnya jika dilihat dari sisi cewek, pacaran ini banyak sekali tendesinya.

Punya Pacar = Tanda Kecantikan Banyak cewek berpikir bahwa ketika dia punya pacar maka secara tidak langsung tingkat kecantikannya langsung terveri…

Keasyikan Main Game Sampai Lupa Update Blog

Di zaman smartphone yang canggih ternyata menjadi pisau bermata dua. Selain smartphone bisa memudahkan pekerjaan manusia, ternyata juga bisa membuat rumit urusan manusia. Pasalnya salah satu contoh hal yang membuat rumit urusan manusia adalah smartphone banyak membuat orang lalai keasyikan main game atau bermedia sosial.


Begitu juga dengan saya. Akhir tahun seperti ini biasanya memang banyak sekali game baru yang dirilis. Hal ini membuat saya mencoba satu per satu game yang menurut saya menarik. Saking asyiknya main game, sampai lupa saya punya blog ini dan perlu diupdate. Hehe. Tapi mumpung lagi ingat, saya update blog ini dengan tulisan curhat seperti ini. Sampai jumpa di entri saya yang lainnya yah.